MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Hasil rekapitulasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua TPS Barito Utara yang menangkan Paslon Agi Saja, bersamaan dengan Bendahara tim pemenangannya yang ditetapkan sebagai tersangka politik uang diduga terkait PSU, telah menyedot perhatian publik dan tetap trending hingga saat ini.
Terbaru, Laporan ke Bawaslu Provinsi Kalteng yang dilakukan secara perorangan oleh warga, karena memandang politik uang jelang PSU adalah fakta yang begitu terbuka dan menganga, namun kenyataannya ditolak dengan alasan Paslon tak terbukti melakukan money politic, hal ini menambah tajam polemik di tengah masyarakat.
“Ya mustahil lah Paslonnya langsung membagikan uang dengan tangannya sendiri. Kenapa tidak dikaji dahulu dengan melibatkan KPK dan PPATK, tentang kemungkinan pelaku pasif,” kata warga.
BACA JUGA : Haru, Pesan Gogo Pasca Penetapan PSU di 2 TPS Barito Utara, Intip Kesederhanaan Hidupnya
Kalimantan Live Barito Utara mendapat kesempatan istimewa mewawancarai langsung sang Calon Bupati Barito Utara H. Gogo Purman Jaya di kediamannya di Kelurahan Jingah Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Pagi (29/3/2025).
Sambil duduk disebuah kursi disamping rumahnya yang tak megah seperti elit kebanyakan, Gogo menyampaikan pandangan-pandangannya tentang demokrasi dan kekhawatirannya terhadap tatanan masa depan Kabupaten Barito Utara.
“Kita melihat demokrasi di tempat kita Barito Utara, satu-satunya yang seperti ini di Indonesia. Maka kita hanya berharap pihak-pihak yang berkompeten untuk lebih membuka mata,” kata Gogo dengan suara nada rendah dan lembut kebiasaannya.
Gogo mengaku sangat prihatin atas apa yang terjadi pada Barito Utara dengan pemegang-pemegang keputusan tertentu yang saat ini tampak belum bisa berpihak pada kebenaran dan keadilan yang mencerahkan.
“Selalu mementahkan, ya silahkan ada pendapat masing-masing, tapi kan, semuanya diserahkan kepada hukum,” kata Gogo.
Saat ditanya Kalimantan Live, bagaimana perasaan hatinya setelah mengalami berbagai rintangan seperti kemenangannya yang dibatalkan Mahkamah Konstitusi (MK) karena permasalahan penyelenggaraan di KPPS, rahasia umum politik uang secara besar-besaran yang diduga menjadi faktor dirinya kalah di PSU, dan Laporan warga ke Bawaslu Provinsi yang ditolak dan tentu terasa pahit.
“Menghadapinya kita hanya tawakal, menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa, Yang Kuasa tidak pernah tidur,” ucap H. Gogo.
Tentang kesadaran moral seseorang dalam memandang sebuah kebenaran, Gogo yakin hati nurani manusia sebenarnya akan selalu berkata jujur melihat sebuah realitas yang sebenarnya.
“Masyarakat bisa menilai, tokoh bisa menilai, media menilai, publik menilai. Silahkan menilai apa yang terjadi,” kata Gogo.
Gogo percaya masih banyak orang-orang baik yang berprinsip berpegang teguh kepada kebenaran. Ia mencontohkan pemungutan suara 27 November lalu, kemenangan yang saat itu diraih adalah gambaran masih banyaknya orang-orang yang berprinsip yang sama.
Pada kesempatan tersebut Gogo Purman Jaya juga menitip harapan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan para petinggi negara lainnya tentang realitas politik yang terjadi di Barito Utara.
“Mudah-mudahan Presiden sebagai Pimpinan negara tertinggi, beliau membaca keadaan ini. Demikian juga dengan Kapolri, lebih-lebih Mahkamah Konstitusi, inilah keadaan di Barito Utara,” kata Gogo sambil memandang beberapa warga yang duduk mendengarkan kata-katanya saat wawancara di hari yang mendung itu.









