Balap liar yang dilakukan para remaja ini tidak hanya membahayakan diri sendiri dan penggunaan jalan yang lain, tetapi warga sekitar juga terganggu dengan aktivitas tersebut.
“Patroli malam tadi tidak ditemukan ada akasi balap liar,” ungkapnya.
Fenomena balap liar pada malam Ramadhan ini tak hanya terjadi di wilayah Tabalong saja, namun juga diwilayah lain.
Sehingga pihak Polres Tabalong sangat sering mengimbau baik itu melalui penyuluhan dan unggahan media sosial, maupun kegiatan pencegahan dengan pelaksanaan patroli, penjagaan serta penindakan ketika ditemukan adanya balap liar.
“Penting untuk diingat bahwa solusi untuk mengatasi balapan liar memerlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor terkait serta peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka,” tutup Joko.
Kalimantanlive.com/ A HidayatÂ







