KALIMANTANLIVE.COM – Inter Milan semakin menunjukkan dominasinya di Liga Italia musim ini dan dianggap memiliki kemiripan dengan AC Milan saat meraih scudetto pada musim 2021-2022 di bawah asuhan Stefano Pioli.
Akhir pekan lalu, Nerazzurri membuktikan diri sebagai kandidat kuat juara Serie A setelah menundukkan Udinese dengan skor 2-1, meskipun harus bermain tanpa beberapa pemain kunci seperti Alessandro Bastoni dan Lautaro Martinez. Sementara itu, Nicolo Barella hanya bisa duduk di bangku cadangan.
# Baca Juga :Inter Milan Bawa Hawa Panas ke Semifinal Coppa Italia 2025: Gegara Arnautovic & Calhanoglu!
# Baca Juga :Inter Milan Taklukkan Genoa: Lautaro Martinez Cetak Gol Penentu, Usir Napoli dari Puncak Klasemen
# Baca Juga :Inter Milan Revans! Bekuk Fiorentina 2-1, Nerazzurri Kian Dekati Napoli
# Baca Juga :Inter Milan Menggila! Bungkam Fiorentina, Nerazzurri Pepet Napoli di Puncak Klasemen Serie A
Meski begitu, Inter tetap tampil solid. Pemain yang jarang mendapat kesempatan bermain, seperti Marko Arnautovic dan Davide Frattesi, tampil gemilang dengan mencetak dua gol dalam 30 menit pertama. Udinese sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Oumar Solet di babak kedua, tetapi Inter berhasil mengamankan tiga poin penting.
Sandro Tonali, salah satu pemain kunci Milan saat menjuarai Serie A 2021-2022, menilai bahwa Inter Milan musim ini memiliki karakter dan kekuatan yang serupa dengan timnya saat itu.
“Inter hari ini mengingatkan saya pada Milan saya di bawah Pioli,” ujar Tonali, dikutip dari Tuttomercatoweb.
Menurutnya, Pioli mampu membangun semangat tim yang kuat, sesuatu yang juga terlihat dalam skuad Inter saat ini.
“Ketika Anda melihat pemain yang jarang tampil tetap bersemangat merayakan gol dari bangku cadangan, itu menunjukkan bahwa tim ini memiliki kekompakan luar biasa,” lanjutnya.
“Seperti Milan saya, Inter juga sangat menyenangkan untuk ditonton,” imbuhnya.
Tonali juga menyoroti peran penting pemain seperti Davide Frattesi, yang meskipun tidak selalu menjadi starter, tetap memberikan kontribusi besar ketika dimainkan.
“Saat kami menjadi juara, kami memiliki kelompok pemain yang luar biasa tanpa ada masalah internal,” ujarnya.
Ia juga menekankan betapa pentingnya peran seorang pelatih dalam menjaga keharmonisan tim.
“Pioli sangat baik dalam menjaga keseimbangan dan memastikan setiap pemain merasa nyaman di dalam tim,” jelas Tonali.










