18 Tewas dan Bangunan Rata dengan Tanah Usai Ledakan Dahsyat di Pabrik Petasan Ilegal India!

KALIMANTANLIVE.COM – Tragedi mengerikan terjadi di India barat setelah sebuah pabrik petasan ilegal meledak, menewaskan 18 orang dan melukai lima lainnya. Ledakan dahsyat ini mengguncang kota Deesa, negara bagian Gujarat, pada Selasa (2/4/2025) dan menyebabkan kehancuran besar di lokasi kejadian.

Menurut pejabat setempat, ledakan tersebut begitu kuat hingga meruntuhkan atap beton bangunan dan menyebarkan puing-puing dalam radius yang luas.

# Baca Juga :Kapolresta Banjarmasin Larang Masyarakat Pesta Petasan dan Konvoi pada Malam Pergantian Tahun

# Baca Juga :FAKTA Ledakan di Blitar, dari Bayi Gegar Otak, Potongan Tubuh Terlempar hingga Rakit Petasan Sambil Merokok

# Baca Juga :Bocah Main Petasan, 6 Ruko dan 15 Kios di Cakung Jakarta Timur Ludes Terbakar

# Baca Juga :Mencekam! Malang Membara, Pos DPRD Dibakar & Bentrok Demonstran vs Aparat Pecah

“Ledakan ini benar-benar menghancurkan pabrik. Atap bangunan runtuh dan banyak korban tertimpa reruntuhan,” ujar Rishikesh Patel, juru bicara pemerintah Gujarat seperti dikutip dari Beritasatu.com.

Patel juga menegaskan bahwa pabrik tersebut beroperasi secara ilegal tanpa izin resmi dari otoritas terkait.

Investigasi dan Upaya Penyelamatan

Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan mencari kemungkinan masih adanya pekerja yang terjebak di bawah puing-puing. Para korban luka telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Pihak berwenang kini sedang menyelidiki penyebab pasti ledakan dan mencari siapa yang bertanggung jawab atas tragedi ini.

Ancaman Pabrik Petasan Ilegal di India

Petasan dan kembang api menjadi bagian penting dalam perayaan budaya di India, terutama selama festival Diwali dan acara pernikahan. Sayangnya, banyak pabrik petasan beroperasi tanpa izin dan tidak menerapkan standar keselamatan yang memadai.

“Ledakan seperti ini sudah sering terjadi di India akibat lemahnya pengawasan dan standar keselamatan yang diabaikan,” tambah Patel.