“Memotret” Direktur RSUD Muara Teweh dr Tiur Maida

MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh dapat disebut salah satu Rumah Sakit termegah di Kalimantan Tengah, dengan biaya pembangunan hampir mencapai 300 miliar rupiah.

Dibangun secara bertahap sejak tahun 2015 hingga 2023, tiga buah gedung berlantai 5 yang saling terkoneksi berdiri kokoh di Jalan Yetro Singseng Muara Teweh. Gedung Wing A, B dan C, benar-benar menjadi fasilitas kesehatan yang membanggakan bagi warga Barito Utara.

Bukan hanya bangunan gedung mentereng yang tegak berdiri kokoh menjadi andalan dari rumah sakit ini, namun juga alat medis modern dan terutama pelayanan rumah sakitnya.

BACA JUGA : Cuti Bersama Idul Fitri, RSUD Muara Teweh Tetap Maksimal Melayani Pasien

Saat ini rumah sakit yang cukup berkelas ini ditangani seorang Direktur perempuan yang telah menjajaki tugas sebagai dokter di tingkat kecamatan atau desa. Tepatnya Kepala Puskesmas Kecamatan Lahei, dr. Tiur Maida.

Sebelumnya dokter Tiur, panggilan akrabnya, sempat pula membuka praktek umum disebuah kios di jalan Pierre Tendean Muara Teweh sekitar puluhan tahun yang lalu.

Kini ditangannya Rumah Sakit besar kebanggaan masyarakat Barut (Barito Utara) itu dikelola melalui kinerja dan ide-ide inovatifnya.

Kalimantan Live pada edisi kali ini mencoba “memotret” apa saja inovasi yang dilakukan dokter cantik tersebut untuk rumah sakit kebanggaan bumi iya Mulik Bengkang Turan ini.

Setahun yang lalu atau April 2024, wartawan Kalimantan Live sebenarnya pernah menyaksikan langsung bagaimana Ibu dokter ini saat melakukan semacam inspeksi di rumah sakitnya sendiri.

Pada saat itu Tiur Maida mencontohkan langsung apa yang harus dilakukan saat ada pasien datang. Misalnya pasien yang sudah uzur atau dalam kondisi lemah harus segera dihampiri dan dibawakan kursi roda. Pasien diharapkan tidak sampai tertatih-tatih menuju loket pelayanan.

Tiur juga menunjukan bagaimana kerja yang gercep dan tanggap ketika melihat keadaan pasien di rumah sakit. Terlihat saat itu Tiur begitu cekatan dalam melayani pasien.

Menurut Humas RSUD Muara Teweh Agus Reda (3/4/2025), Ibu Tiur menekankan pula bagi perawat, tenaga medis, dokter, manajemen hingga cleaning service untuk menebarkan senyuman dan keramahan kepada setiap pasien yang datang. Efek psikologis bagi Tiur turut membantu pula bagi pemulihan si pasien.

“Kata Direktur, keramah-tamahan kita adalah suatu terapi bagi pasien,” kata Agus.

Ambulans gratis yang disebut “Labu Air” adalah salah satu inovasi Tiur dalam menjangkau layanan kesehatan bagi masyarakat terutama yang kurang mampu. Layanan bersifat sosial ini mendapat apresiasi banyak pihak termasuk Pj Bupati Barito Utara Drs. H. Muhlis pada saat acara peluncurannya 4 Oktober 2024 yang lalu.

Kemudian Tiur sangat menekankan pada kebersihan rumah sakit. Ia menekankan agar semua yang bekerja di rumah sakit, tanpa terkecuali, memungut sampah apabila menjumpainya. Tanpa memandang posisi atau tupoksinya (tugas pokok dan fungsi) sebagai apa di Rumah Sakit. Sehingga kebersihan bukan saja menjadi tanggung jawab cleaning service.

“Itu pesan beliau yang selalu ia sampaikan saat apel,” kata Agus Reda.

News Feed