NAYPYIDAW, KALIMANTANLIVE.COM – Myanmar semakin terpuruk dalam bencana! Jumlah korban jiwa akibat gempa dahsyat di negara itu kini melonjak menjadi 3.085 orang, dengan lebih dari 4.700 lainnya terluka dan 341 orang masih dinyatakan hilang.
Tragedi ini diperparah dengan cuaca ekstrem dan kondisi pengungsian yang memprihatinkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan serius mengenai potensi wabah kolera yang mengancam ribuan pengungsi yang terpaksa bertahan hidup tanpa akses air bersih dan sanitasi yang memadai.
# Baca Juga :Myanmar Dilanda Gempa Dahsyat! Junta Militer Justru Hujani Warga dengan Serangan Udara
# Baca Juga :Gempa Dahsyat Guncang Myanmar, 2.056 Tewas, BNPB Pastikan WNI Aman
# Baca Juga :Gempa Bumi Dahsyat Magnitudo 7,7 Goyang Myanmar Hingga Thailand, Gedung di Bangkok Ambruk
# Baca Juga :Berhasil Keluar dari Neraka Myawaddy, 12 WNI yang Disekap di Myanmar Pulang ke Tanah Air
Gempa Dahsyat Memporak-porandakan Myanmar
Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter yang mengguncang Myanmar pada Jumat lalu disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam satu abad terakhir. Getarannya meruntuhkan ribuan bangunan, termasuk rumah sakit dan sekolah, serta menghancurkan permukiman di beberapa wilayah, seperti Mandalay, Sagaing, dan Naypyidaw.
Sebanyak 28 juta orang terdampak oleh bencana ini, dengan ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan hidup di tenda-tenda darurat di tengah suhu panas ekstrem yang mencapai 38 derajat Celcius.
Ancaman Wabah dan Krisis Kemanusiaan
Situasi semakin mencekam dengan meningkatnya risiko penyebaran penyakit. WHO mengkhawatirkan penyebaran kolera, malaria, dan demam berdarah yang dapat memperburuk keadaan para pengungsi.
Kerusakan infrastruktur kesehatan semakin menghambat penanganan korban. Rumah sakit di Mandalay dan Naypyidaw hancur, sementara rumah sakit darurat di luar ruangan mulai kewalahan menerima pasien.
Sebagai langkah tanggap darurat, WHO telah mengalokasikan bantuan senilai satu juta dolar AS (sekitar Rp 16,5 miliar) untuk kebutuhan mendesak, termasuk kantong jenazah dan obat-obatan.
Hujan Deras Akan Perparah Kondisi
Bencana ini diprediksi semakin buruk dengan datangnya hujan deras yang diperkirakan mengguyur wilayah terdampak mulai Minggu (6/4/2025) hingga Jumat (11/4/2025). Kondisi ini semakin memperumit situasi, terutama bagi ribuan orang yang masih tinggal di tempat penampungan sementara.










