KALIMANTANLIVE.COM – Amerika Serikat (AS) kembali dilanda bencana dahsyat! Serangkaian tornado menghantam sejumlah negara bagian pada Kamis (3/4/2025), menewaskan sedikitnya tujuh orang dan mengancam keselamatan lebih dari 55 juta warga.
Badan Cuaca Nasional AS (NWS) memperingatkan bahwa badai yang lebih besar masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Cuaca ekstrem ini telah menghancurkan bangunan, merobohkan pohon, dan menyebabkan pemadaman listrik massal di berbagai wilayah. Selain itu, hujan deras yang menyertai tornado memicu banjir besar di Arkansas, Illinois, Kentucky, Missouri, Ohio, Tennessee, Texas, dan West Virginia.
# Baca Juga :Tornado Maut Mengguncang AS! 34 Orang Tewas, Ribuan Rumah Hancur, dan Status Darurat Ditetapkan
# Baca Juga :Dua Bayi Terbang Tertiup Tornado Kentucky AS, Selamat Setelah Diletakan Sang Nenek dalam Bak Mandi
# Baca Juga :Korban Tewas Bertambah Jadi 100 Orang Lebih saat 50 Tornado Hantam 6 Negara Bagian di AS
# Baca Juga :Lima Negara Bagian di AS Diterjang Tornado, Hancurkan Bangunan dan Renggut Puluhan Nyawa
Banjir Bandang Ancam Wilayah Terdampak
Seorang pejabat NWS melalui platform X memperingatkan bahwa banjir yang terjadi bukan bersifat sementara, melainkan dapat berlangsung dalam waktu yang lama. Hujan deras diperkirakan akan terus mengguyur wilayah terdampak hingga akhir pekan, meningkatkan risiko banjir bandang dan luapan sungai yang berpotensi fatal.
Sejak Rabu (2/3/2025) hingga Kamis (3/4/2025) pagi, NWS mencatat puluhan tornado telah terjadi di AS. Mereka telah mengeluarkan ratusan peringatan cuaca, termasuk ancaman banjir, kepada masyarakat yang berada di jalur badai.
Rekor Peringatan Cuaca Terbanyak!
Dalam satu hari saja, Rabu (2/3/2025), NWS merilis 728 peringatan cuaca, menjadikannya jumlah peringatan terbanyak ketiga dalam sejarah AS. Rekor tertinggi masih dipegang oleh 27 April 2011 dengan 881 peringatan dan 30 Mei 2004 dengan 834 peringatan.
55 Juta Warga Masih dalam Zona Bahaya
Diperkirakan lebih dari 55 juta orang masih berada dalam zona risiko tinggi. Beberapa wilayah diprediksi menerima curah hujan ekstrem hingga 381 milimeter, yang berpotensi memperparah situasi.









