” Bisa jadi sekarang sudah tidak seperti dulu karena sungai sudah mulai tercemar dan alat penangkap ikan dijual dengan harga terjangkau, kalau dulu mahal. Sehingga pada hilir sungai sana sudah duluan di jala atau dijaring orang-orang, kita disini (hulu) hanya mendapatkan sisa-sisanya” Ujar warga.
Kendati demikian, ikan Saluang yang di dapat warga di Trahean saat itu terbilang banyak. Mereka yang datang sejak pagi dan memiliki jala yang rapat, bisa memperoleh sekitar setengah baskom siang harinya.
Kalimantan Live/M. Gazali Noor








