Saluang Tewe Diburu Warga Hingga Ke Bendungan Bumi Perkemahan Trahean

MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Selain menjadi objek wisata yang memikat banyak pengunjung disaat liburan cuti bersama Idul Fitri seperti sekarang, bendungan Bumi Perkemahan (Buper) Panglima Batur Desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan, juga menjadi serbuan warga untuk berburu ikan Saluang.

Ikan kecil musiman yang biasanya muncul tiap tahun sekali ini mengundang antusiasme warga Muara Teweh dan sekitarnya. Mereka berdatangan ke Desa yang hanya menempuh waktu sekitar 30 menit menuju lokasinya.

Ikan jenis teri yang hanya sebesar jari kelingking ini biasanya bermigrasi dalam jumlah besar hingga jutaan banyaknya. Mengeriap secara bergerombol di sungai Barito dan memasuki sungai-sungai kecil atau danau, termasuk melalui anak-anak sungai di Desa Trahean.

Kesempatan tersebut dijadikan warga untuk mencari hiburan dengan kegiatan menangkap ikan Saluang bersama keluarganya masing-masing.

Iyus seorang warga Muara Teweh tidak ketinggalan memanfaatkan moment tersebut dengan membawa keluarganya beramai-ramai mencari ikan Saluang di Trahean sambil rekreasi.

“Ini sebenarnya hanya untuk mencari hiburan, mumpung masih liburan, tidak peduli jumlah tangkapannya banyak atau sedikit yang penting kita happy sambil mandi-mandi,” ujar Iyus seraya tersenyum bahagia (6/4/2025).

Hal yang sama juga diutarakan warga lainnya, bahwa tujuan mereka mencari ikan Saluang sebenarnya hanya untuk mencari hiburan belaka. Karena membeli pun sebenarnya bisa, bahkan lebih murah ongkos membeli di pasar daripada pergi ke Trahean. Namun yang dicari adalah keseruan.

Perlengkapan yang dibawa warga berupa jala dan alat tangkap ikan lainnya yang rata-rata terlihat masih baru dibeli ditoko perlengkapan memancing. Dibawa pula bekal makanan untuk disantap bersama di alam terbuka.

Warga yang datang dapat memilih posisinya masing-masing di tempat yang diperkirakan strategis untuk melempar jala. Tempatnya adalah parit-parit bendungan yang diperkirakan dilalui oleh ikan Saluang.

Menurut warga, tangkapan mereka saat ini lebih sedikit dibandingkan tangkapannya pada sekitar tahun 80-90 an. Saat itu kata warga, sekali melempar jala ikan Saluangnya akan memenuhi jala, apalagi di sungai Barito.

Sedangkan saat ini tidak lagi seperti dulu, dimana sekali berangkat bisa memperoleh berkarung-karung ikan Saluang. Ikan Saluang saat ini sudah mengalami penurunan drastis yang bisa dikarenakan banyak faktor seperti lingkungan atau ekosistim.