JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Insiden kekerasan terhadap jurnalis kembali mencoreng institusi kepolisian. Seorang ajudan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diduga memukul kepala wartawan dan melakukan pengancaman saat peliputan arus balik Lebaran 2025 di Stasiun Tawang, Kota Semarang, pada Sabtu (5/4/2025) sore.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Kapolri tengah meninjau langsung kondisi arus balik dan berinteraksi dengan penumpang, termasuk salah satu warga yang duduk di kursi roda. Sejumlah jurnalis, termasuk pewarta foto dan tim humas dari berbagai instansi, sedang mengambil gambar dengan jarak yang wajar.
# Baca Juga :Dua Oknum Polisi di Semarang Peras Remaja Rp 2,5 Juta, Terancam Dipecat dan Penjara 9 Tahun!
# Baca Juga :Pengakuan Mengejutkan! Sopir Taksi Klaim Dipukul Oknum Polisi Setelah Bongkar Kasus Penembakan di Kalteng
# Baca Juga :Oknum Polisi Penembak Rekannya di Sumbar Dibiarkan Bebas Borgol! Ketua Komisi III DPR RI Geram!
# Baca Juga :Oknum Polisi Polda Perkosa Wanita Ini 10 Kali, Dilakukan di Rumah Dinas hingga Didorong ke Tembok
Namun situasi mendadak memanas ketika salah satu ajudan Kapolri meminta para jurnalis untuk mundur. Permintaan itu disampaikan secara kasar, bahkan disertai dengan tindakan mendorong beberapa wartawan.
Salah satu pewarta foto dari Kantor Berita Antara, Makna Zaezar, mencoba menghindari ketegangan dengan berpindah ke area peron. Namun, ajudan tersebut justru mengejar Makna dan melakukan kekerasan fisik dengan memukul bagian kepala korban menggunakan tangan kosong.
Tak hanya itu, ajudan tersebut juga diduga mengancam jurnalis lain yang tengah bertugas di lokasi.
Kapolri Minta Maaf dan Janji Tindaklanjuti
Menanggapi kejadian tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada insan pers.
“Secara pribadi saya minta maaf terhadap insiden yang terjadi dan membuat tidak nyaman rekan-rekan media,” kata Sigit kepada awak media, Minggu (6/4/2025).
Sigit menegaskan bahwa ia belum menerima laporan resmi dari jajarannya terkait insiden itu dan baru mengetahui kejadian tersebut dari pemberitaan di media.
Namun ia berjanji akan menelusuri dan menindaklanjuti kejadian tersebut, apabila benar terbukti.







