Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Syawal dan Puasa Senin Kamis? Ini Penjelasannya

KALIMANTANLIVE.COM – Menjalankan ibadah puasa sunnah di bulan Syawal merupakan anjuran yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah: apakah niat puasa Syawal bisa digabung dengan puasa Senin dan Kamis?


Keutamaan Puasa Sunnah di Bulan Syawal

Setelah melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal. Puasa ini dapat dilakukan secara berturut-turut atau terpisah selama masih berada di bulan Syawal.

Menurut berbagai hadits, keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal adalah setara dengan puasa selama satu tahun penuh.

Namun, bagi yang masih memiliki hutang puasa Ramadhan, dianjurkan untuk mengqadha terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa Syawal.


Puasa Senin dan Kamis: Sunnah yang Dianjurkan

Selain puasa Syawal, puasa Senin dan Kamis juga termasuk sunnah muakkad yang sangat dianjurkan. Puasa ini bisa dilakukan kapan saja, selama tidak bertepatan dengan hari-hari yang diharamkan, seperti:

  • Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal)

  • Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah)

  • Hari Tasyriq (11–13 Dzulhijjah)


Hukum Menggabungkan Niat Puasa Syawal dan Senin-Kamis

Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama dan Baznas, menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin atau Kamis hukumnya adalah sah dan diperbolehkan.

Hal ini karena kedua jenis puasa tersebut merupakan puasa sunnah, sehingga tidak mengurangi pahala salah satunya jika diniatkan secara bersamaan.

“Selama niatnya mencakup kedua ibadah sunnah tersebut, maka puasanya sah dan insyaAllah mendapatkan pahala keduanya,” demikian dijelaskan dalam berbagai pendapat ulama.


Bacaan Niat Puasa Syawal

Niat di malam hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Niat di siang hari (jika belum makan dan minum):

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah SWT.”