Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Syawal dan Puasa Senin Kamis? Ini Penjelasannya


Bacaan Niat Puasa Senin dan Kamis

Niat puasa hari Senin:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya berniat puasa hari Senin sunnah karena Allah SWT.”

Niat puasa hari Kamis:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil khamiisi sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya berniat puasa hari Kamis sunnah karena Allah SWT.”


Doa Buka Puasa Syawal dan Puasa Sunnah Lainnya

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika-aftartu. Birahmatika yaa arhamar roohimin.
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”


Kesimpulan

Menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin atau Kamis hukumnya diperbolehkan dan tidak mengurangi keutamaan ibadah. Yang penting adalah keikhlasan niat dan pelaksanaan yang sesuai tuntunan syariat.

(kalimantanlive.com/berbagai sumber)

editor : TRI