Daftar Profesi yang Berhak Dapat Rumah Subsidi di 2025, dari Guru hingga Wartawan

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah terus menggencarkan program rumah subsidi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), sejumlah profesi strategis mendapat alokasi khusus dari total 420.000 unit rumah subsidi yang tersedia hingga April 2025.

Kebijakan ini merupakan bagian dari program ambisius Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, yang menargetkan pembangunan 3 juta rumah per tahun.

# Baca Juga :Misteri Kematian Wartawan di Hotel Jakarta: Ditemukan Lebam, Obat-Obatan, dan Perempuan Misterius

# Baca Juga :Ajudan Kapolri Pukul Kepala Wartawan, Jenderal Listyo Sigit Minta Maaf dan Janji Usut Tuntas

# Baca Juga :Terbukti Lecehkan Mahasiswi, Guru Besar UGM Dipecat, Kasusnya Sejak Juli 2024

# Baca Juga :Cuaca 13 Kota dan Kabupaten di Kalsel Senin 7 April 2025, BMKG: 11 Wilayah Hujan Petir!

Berikut daftar profesi yang mendapat kuota khusus rumah subsidi:
1. Tenaga Kesehatan – 30.000 Unit

Kelompok tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan bidan mendapatkan alokasi terbesar sebanyak 30.000 unit. Hal ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi mereka, khususnya pasca pandemi COVID-19.

10.000 unit akan dibangun di Pulau Jawa

Sisanya tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan wilayah lainnya

2. Guru – 20.000 Unit

Sebagai ujung tombak pendidikan, guru mendapat kuota 20.000 unit rumah subsidi.

5.000 unit mulai dibangun di Bogor sejak Maret 2025 sebagai proyek percontohan

Distribusi selanjutnya ke kota dan desa lainnya secara bertahap

3. Nelayan – 20.000 Unit

Nelayan sebagai tulang punggung ekonomi pesisir juga mendapat prioritas.

12.000 unit dialokasikan untuk Indonesia Timur, termasuk Sulawesi dan Maluku

Sisanya tersebar di wilayah pesisir lainnya

4. Petani – 20.000 Unit

Petani sebagai penjaga ketahanan pangan nasional mendapat alokasi yang sama.

15.000 unit difokuskan di kawasan agraris Pulau Jawa

5.000 unit dibangun di luar Jawa

5. Buruh – 20.000 Unit

Buruh di sektor industri dan manufaktur menjadi prioritas penerima FLPP.

8.000 unit dibangun di kawasan industri seperti Bekasi dan Karawang

Sisanya disebar di daerah penyangga kota besar

6. Pekerja Migran Indonesia (PMI) – 20.000 Unit

Pekerja migran yang telah kembali ke tanah air diberikan kuota khusus.

10.000 unit diprioritaskan di Jawa Timur dan Jawa Tengah

Alokasi berdasarkan daerah asal PMI terbanyak