Menurutnya, haul ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap warisan keilmuan dan perjuangan dakwah Datu Kelampayan yang berjasa dalam penyebaran Islam di Kalsel.
“Haul ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat kecintaan kita terhadap ulama, serta meneladani akhlak dan perjuangan beliau,” tambahnya.
BACA JUGA: Wakil Gubernur Kalsel Hadiri Haul ke-5 Guru Zuhdi, Kenang Sosok Sang Pembimbing
Acara Haul ke-219 Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Muhammad Wildan Salman, Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Al-Qur’an Darussalam Martapura.
Diharapkan, nilai-nilai yang diwariskan oleh Datu Kelampayan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam memperkuat iman dan mempererat ukhuwah Islamiyah di Kalimantan Selatan.
Sumber: Adpim







