KALIMANTANLIVE.COM – Amerika Serikat kembali diguncang bencana besar. Badai dahsyat disertai banjir bandang meluluhlantakkan wilayah tengah hingga timur AS, menewaskan sedikitnya 16 orang dan menyebabkan kerusakan infrastruktur dalam skala masif.
Tennessee menjadi wilayah paling terdampak dengan laporan korban jiwa terbanyak, sementara badai terus bergerak liar melewati negara bagian seperti Arkansas, Kentucky, Missouri, hingga Ohio.
# Baca Juga :Ratusan Pengendara Terjebak Macet Total di Sambega Kotabaru, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Jalan
# Baca Juga :Timnas U-17 Lolos ke Piala Dunia! Ini Kunci Sukses ala Nova Arianto
# Baca Juga :Rumah Dokter Spesialis Bedah Luluhlantak, Gegara Balon Berisi Petasan Meledak!
# Baca Juga :HEBAT! Timnas U-17 Indonesia Bungkam Yaman 4-1, Lolos ke Piala Dunia U-17 2025
Maut Mengintai di Tengah Banjir dan Tornado
Menurut Badan Cuaca Nasional (NWS), badai membawa puluhan tornado yang menyapu rumah-rumah, menjungkirbalikkan mobil, dan memutus aliran listrik lebih dari 100.000 pelanggan di Arkansas dan Tennessee. Banjir besar merendam permukiman dan jalan raya, menyulitkan evakuasi dan distribusi bantuan.
Gubernur Kentucky, Andy Beshear, mengonfirmasi dua korban tewas akibat banjir di negara bagian tersebut, termasuk seorang anak yang terseret arus. Ia mengimbau warga untuk menghindari jalanan yang tergenang dan tetap waspada terhadap peringatan cuaca ekstrem.
“Kondisi saat ini sangat berbahaya. Banjir telah mencapai titik tertinggi di banyak daerah. Jangan berkendara melewati genangan air,” tulisnya di media sosial, Sabtu (5/4/2025).
Jeritan Warga dan Kerusakan Tak Terkendali
Di Little Rock, Arkansas, seorang anak berusia lima tahun dilaporkan meninggal akibat badai. Sementara di Missouri dan Indiana, tiga korban jiwa lainnya tercatat. Foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan pemandangan seperti zona perang: rumah-rumah rata dengan tanah, pohon tumbang, tiang listrik patah, dan kendaraan terbalik.
Bencana ini juga memicu gelombang pengungsian. Ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka demi menyelamatkan diri dari bahaya banjir dan potensi tornado lanjutan.
Ancaman Belum Berakhir







