Rumah Dokter Spesialis Bedah Luluhlantak, Gegara Balon Berisi Petasan Meledak!

TRENGGALEK, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah balon udara ilegal berisi petasan meledak dan menghantam rumah dinas milik seorang dokter spesialis bedah di Trenggalek, Senin (7/4/2025).

Ledakan hebat itu terjadi di rumah dr. Rakhmad Fajaruddin yang berlokasi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kota Trenggalek. Dentuman keras terdengar hingga radius ratusan meter. Akibat ledakan tersebut, atap rumah jebol, kaca-kaca pecah, dan sejumlah perabot rumah tangga hancur berantakan.

# Baca Juga :Tragedi Mengerikan di Saldanha Airshow! Pesawat Tempur Impala Jatuh dan Meledak, Pilot Tewas di Tempat

# Baca Juga :Kebakaran Hebat di AMD Permai Banjarmasin, Mobil Meledak, Warga Panik!

# Baca Juga :Kampanye AGI – SAJA di Desa Trinsing dan Maranen “Meledak” Hadirkan Trio Macan.

# Baca Juga :Terinspirasi Crypto Film “13 Bom di Jakarta” Meledak, Tembus Satu Juta Penonton

Insiden ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan kekhawatiran terkait maraknya penerbangan balon udara ilegal yang kerap terjadi saat perayaan tradisional Lebaran Ketupat.

“Ledakannya sangat besar, membuat panik warga sekitar. Untung saja tidak ada korban jiwa,” ujar seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian seperti dikutip di Beritasatu.com.

Menanggapi kejadian tersebut, petugas gabungan dari Polri, TNI, dan PLN langsung bergerak cepat. Razia besar-besaran dilakukan di sejumlah titik rawan di Kabupaten Trenggalek. Hasilnya, puluhan balon udara ilegal dan petasan berukuran besar berhasil diamankan sebelum sempat diterbangkan.

“Kami menyita 65 petasan jumbo dan 20 balon udara yang siap diterbangkan,” ungkap Kapolsek Durenan, AKP Sunawir dalam konferensi pers di Mapolsek Durenan.

Barang-barang berbahaya tersebut disita dari berbagai desa di Kecamatan Durenan. Menurut AKP Sunawir, balon udara berisi petasan bukan hanya melanggar hukum, tapi juga mengancam keselamatan warga, bisa memicu kebakaran, serta mengganggu jalur penerbangan dan jaringan listrik PLN.

“Balon seperti ini sangat berbahaya. Bisa menyebabkan musibah besar, bahkan jatuhnya korban jiwa,” tegasnya.