BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mempercepat transformasi ekonomi dengan mengurangi ketergantungan pada eksploitasi sumber daya alam mentah dan beralih ke industri bernilai tambah.
Kepala Bappeda Kalsel, Ariadi Noor, menegaskan pentingnya infrastruktur dan kawasan industri dalam mendukung peralihan ke ekonomi non-ekstraktif.
BACA JUGA: Silaturahmi dan Kebersamaan: Halal Bihalal Ponpes Nurul Hijrah Dihadiri Pemprov Kalsel
Sebelum Musrenbangnas pada Desember lalu, pihaknya telah mengajukan sejumlah proyek strategis ke Bappenas, termasuk pembangunan jembatan Pulau Laut dan pelabuhan laut dalam di Mekar Putih.
“Ini prasyarat utama menjadikan Kalsel sebagai gerbang logistik Kalimantan,” ujar Ariadi, Selasa (8/4/2025).
Pemerintah juga mempercepat pengembangan kawasan industri seperti Batulicin, Jorong, dan KEK Setangga. KEK Mekar Putih, yang kini dalam proses realisasi, akan menjadi pusat industri berbasis potensi lokal.
Sektor agroindustri menjadi fokus utama, meliputi pengolahan kelapa sawit, karet, perikanan, serta hilirisasi batu bara untuk produksi pupuk dan turunannya.










