Peminjaman ruang dapur di rumahnya dikatakan Suparno secara gratis, tanpa biaya sama sekali.
Suparno tahu adanya peristiwa ini setelah ditelepon oleh polisi di hari kejadian sekitar pukul 15.00 WIB. Walaupun sebenarnya sebelum itu istrinya sudah memberitahu vidio-vidio di rumahnya telah viral di media sosial.
Saat peristiwa terjadi Suparno sedang mengecek proyek di Desa Sei Rahayu, sedangkan istrinya tinggal di rumah mereka di Jalan Persemaian.
Setelah dirinya ditelpon Hajrannor agar mengakui uang 250 juta sebagai miliknya tadi, dirinya menolak. Selanjutnya Suparno berupaya mengontak mantan pejabat tersebut, tetapi nomor HP nya sudah tidak aktif lagi.
Selain beberapa saksi tadi, yang tidak kalah menyita perhatian adalah kesaksian para terdakwa yang menerima politik uang. Mereka yang sangat polos tersebut dengan cara berbicaranya yang menunjukkan masyarakat bawah, membeberkan seperti menerima uang DP dari publik figur di Barito Utara sebelum menerima uang 10 juta pada tanggal 14 Maret itu.
Kalimantan Live/M. Gazali Noor







