JAKARTA, Kalimantanlive.com – Banyak orang langsung menghindari nasi saat mulai diet, karena dianggap sebagai penghambat utama dalam menurunkan berat badan.
Padahal, nasi tidak selalu menjadi musuh diet—yang penting adalah cara memilih dan mengonsumsinya.
BACA JUGA: Keselamatan Berkendara di Jalan Raya: Tips untuk Pegawai dengan Perjalanan Jauh
Alih-alih mengeliminasi nasi sepenuhnya, kunci utamanya terletak pada pengaturan porsi, metode penyajian yang tepat, dan memilih jenis beras yang lebih sehat.
Diet yang berhasil bukan soal menghindari satu jenis makanan, melainkan soal menciptakan defisit kalori—yakni membakar lebih banyak kalori dibandingkan yang dikonsumsi.
Ahli gizi Garima Goyal menjelaskan, “Satu mangkuk nasi tidak akan otomatis membuatmu gemuk, kecuali dikonsumsi secara berlebihan.”
Bahkan, riset dari European Association for the Science of Obesity menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi sekitar 150 gram nasi per hari justru memiliki risiko obesitas lebih rendah dibanding mereka yang hanya makan 14 gram.







