Sosok Mona Owner KGL yang Terinspirasi Orang Tua hingga Sukses Geluti Usaha Dibidang Kuliner

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Sosok wanita muda, Ramona Pranata (30) memilih banting tulang bekerja keras membangun usahanya sendiri Kepiting Goyang Lidah atau yang KGL 23, yang bergerak dibidang kuliner.

Ya, KGL sendiri dikenal dengan menu khasnya yang menyajikan Dimsum dan makanan mie habang. Hingga menjadi favorit banyak orang, terutama kalangan Gen Z, berkat cita rasa unik dan inovatif.

Dibalik suksesnya KGL, ada perjalanan dan kerja keras yang dilakukan sang owner Ramona Pranata dalam mengembangkan usaha tersebut.

BACA JUGA:
Kisah DJ Odiz, Pemusik Asli Banua yang Sukses Geluti Bisnis Kuliner dan Reflexology

BACA JUGA:
Amerika Berlakukan Tarif 32 Persen untuk Indonesia, Adrizal: Pengusaha Jangan Gegabah PHK Karyawan, Pemuda Kalsel Harus Siap Bersaing

Ia akrab disapa Mona, lahir di Banjarmasin pada 2 Desember tahun 1994. Anak pertama dari 8 bersaudara.

Perjalanan bisnis KGL 23 dirintis Mona sejak tahun 2018. Pada awalnya, ia bekerja sama dengan teman-teman kuliahnya dalam usaha kuliner tersebut.

Namun di tahun 2019, wanita cantik lulus sarjana Perkebunan Politeknik Hasnur ini memutuskan untuk mengakui sisi, menjalankan usaha KGL tersebut sendiri.

“Saat kuliah, usaha ini saya jalankan bersama teman. Tapi setelah lulus kuliah, saya memutuskan untuk menjadikannya usaha KGL ini jadi milik saya sendiri,” ungkap Mona.

Mona mengungkapkan bahwa ia selalu optimis berusaha. Terlebih, karena terinspirasi orang tuanya, yang dulunya seorang pedagang kue.

Sejak kecil, ia mengaku sudah terbiasa membantu orang tuanya berjualan. Bahkan, saat SMA, Mona juga sudah terbiasa memulai usaha kecil-kecilan sebelum akhirnya merintis KGL 23 yang kini naik daun.

“Saya dibesarkan dalam keluarga yang mengajarkan pentingnya berusaha. Sejak kecil, saya sudah ikut berjualan dengan ibu, dan itu membentuk mental saya untuk berbisnis,” ujarnya.

Salah satu keputusan yang diambil Mona dalam menjalankan bisnis ini adalah memberdayakan ibu-ibu, terutama yang sudah lanjut usia dan janda, sebagai karyawan bagian dapur di KGL.

Meski tidak memiliki pengalaman bekerja, Mona rela mengajarkan mereka.