“Saat ini total karyawan ada 27 orang dari semua cabang. Aku ingin memberi kesempatan bagi mereka yang serius bekerja. Meskipun banyak yang tidak memiliki latar belakang di bidang kuliner, aku ajarkan semuanya agar mereka bisa berkembang,” ujar Mona.
Bahkan produksi dimsum KGL 23 ini per harinya bisa tembus hingga ribuan pcs. Dengan omset ratusan juta perbulannya.
“Alhamdulillah perbulannya untuk omset bisa mencapai hingga di angka Rp 500 juta,” ucapnya.
Mona mengatakan untuk memajukan bisnis KGL ini, pihaknya membentuk manajemen dengan menggandeng tim profesional dari Jogja.
“Beliau adalah Ikhtiar Gilang, CEO dari Puwan.id dan Sekarang beliau juga jadi COO di KGL,” jelasnya.
KGL 23 yang berada di bawah naungan PT. Kepiting Goyang Lidah ini dulunya berawal dari usaha rumahan.
Berkat usaha dan kerja keras Mona dalam menggeluti usaha ini. Hingga di tahun 2025 sekarang, ia berhasil mendirikan tiga cabang KGL yang tersebar di Kota Banjarmasin, yakni cabang utama di Jalan Sultan Adam, kedua di Kampung Ketupat Jalan Sungai Baru, dan ketiga rumah produksi di Jalan Trisakti.
Bahkan kata Mona, KGL juga terus berkontribusi hadir meramaikan bazar UMKM Pemerintah hingga swasta.
“Visi kami adalah untuk memperkenalkan usaha kami KGL 23 ke tingkat nasional. Kami ingin membuka peluang bagi daerah lain, terutama di Kalimantan Selatan, untuk menikmati produk lokal kami,” jelas Mona.
Tak hanya di Banjarmasin, Mona juga terus mengencarakan pasar KGL hingga ke wilayah Kalimantan Tengah.
“Kami juga sering ikut kegiatan bazar dan lain-lainnya. Seperti bulan Ramadhan kemaren KGL hadir juga ada di beberapa bazar, seperti pasar wadai Banjarmasin, dan di Kapuas Kalteng,” jelasnya.







