“Saya harus kembali evaluasi TPA Basirih. Kemarin waktu pendalaman awal, data itu tidak komplit,” katanya.
Hanif juga menyampaikan bahwa TPAS Basirih sejatinya dibangun dengan standar internasional, mengingat proyek ini didanai oleh Bank Dunia pada tahun 1997. Namun, ia menyayangkan pengelolaan TPAS di masa lalu yang dinilainya kurang serius.
“Pembangunannya sudah pasti sesuai standar, tapi karena kesembronoan pengelola yang lama, ini jadi beban pak Wali Kota sekarang,” tutup Hanif.
(Kalimantanlive.com/Lina)







