KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah kisah penuh haru datang dari pedalaman Kalimantan. Satu keluarga Suku Dayak rela mempertaruhkan keselamatan demi sebuah harapan: mencari pohon lunsur, tanaman langka warisan leluhur yang dipercaya mampu menyembuhkan penyakit ginjal.
Mereka bukan hanya berjalan kaki menelusuri rimba, tapi juga menembus sungai yang dalam dan kawasan hutan yang tergenang banjir. Video perjuangan ini diunggah oleh akun Instagram @hallokalimantan dan langsung mencuri perhatian publik.
# Baca Juga :Tarian Massal Mandau Apui, Simbol Semangat Perempuan Dayak di HUT Balangan ke-22
# Baca Juga :Pandangan Penting Tokoh Dayak Barito Utara Surya Baya Pada Sidang Dugaan Politik Uang di PN Muara Teweh
# Baca Juga :DPRD Kutai Barat Gelar RDP Terkait Sengketa Tanah, Kepala Adat Besar Dayak Minta Bebaskan Eronius
# Baca Juga :Ritual Adat Dayak Tonyoi Benuaq Bentiatn Kutai Barat dan Dinamika Melestarikan Adat
“Seperti ini perjuangan hari ini membawa anak dan istri. Menjelajah hutan, air dalam, banjir naik di sebelah dalam lebih,” ucap sang kepala keluarga dalam video yang menggetarkan hati itu.
Bukan untuk Diri Sendiri, Tapi Demi Saudara Tercinta
Dalam keterangannya, sang pria menyebut bahwa perjalanan itu ia lakukan bukan untuk dirinya, melainkan untuk saudaranya di Paser yang tengah berjuang melawan penyakit ginjal. Ia percaya, ramuan dari pohon lunsur bisa menjadi jalan kesembuhan.
“Ini sudah ke sekian kalinya kami mencari lunsur. Saya hanya berharap, ramuan ini bisa membantu saudara saya sembuh,” ucapnya lirih.
Lunsur, Akar Obat Tradisional yang Terancam Punah
Pohon lunsur adalah tanaman endemik Kalimantan yang tumbuh tersembunyi di jantung hutan. Dalam tradisi Suku Dayak, lunsur dikenal sebagai “pohon penyembuh ginjal”, digunakan secara alami tanpa campuran bahan kimia, berdasarkan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun.
Namun, seiring makin menyusutnya hutan akibat alih fungsi lahan dan eksploitasi, keberadaan pohon ini makin sulit ditemukan.







