WADUH! Ban Depan Pesawat Garuda Copot Saat Mendarat di Tanjungpinang, Begini Kondisi 161 Penumpangnya

TANJUNGPINANG, KALIMANTANLIVE.COM – Suasana mencekam sempat menyelimuti Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Tanjungpinang, pada Rabu pagi (16/4/2025), saat pesawat Garuda Indonesia GA-288 mengalami insiden serius: ban bagian depan copot saat proses pendaratan.

Meski begitu, keajaiban seakan menyertai. Sebanyak 161 penumpang, termasuk 8 di kelas bisnis dan 153 di kelas ekonomi, berhasil selamat dan dievakuasi tanpa luka sedikit pun.

# Baca Juga :Viral, Video Penumpang Pesawat Jatuh di Kazakhstan Selamat dengan Bertakbir dan Bersyahadat

# Baca Juga :AJAIB! Pesawat Jatuh, 3 Anak & 1 Balita Selamat Setelah 40 Hari Hilang di Hutan Belantara Kolombia

# Baca Juga :Tragedi Mengerikan di Saldanha Airshow! Pesawat Tempur Impala Jatuh dan Meledak, Pilot Tewas di Tempat

# Baca Juga :4 Fakta Jatuhnya Pesawat TNI AU Super Tucano di Pasuruan, dari Tabrak Awan hingga 4 Perwira Gugur

Ban Copot Saat Sentuh Landasan

Pesawat yang mengudara dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, ini mendarat sekitar pukul 08.35 WIB. Namun, saat roda depan menyentuh aspal, ban tiba-tiba terlepas. Kejadian ini sempat mengejutkan kru dan penumpang, meski pilot tetap mampu mengendalikan pesawat dengan baik.

“Benar ada insiden ban copot pada pesawat yang mendarat pagi ini. Kami saat ini fokus pada penanganan dan perbaikan,” ujar Ikhsan, General Manager Garuda Indonesia Tanjungpinang, saat dikonfirmasi via sambungan telepon.

Evakuasi Aman, Perjalanan Lanjut Tertunda

Meskipun mengalami gangguan teknis, penumpang berhasil turun dengan aman melalui garbarata, dan tidak ada laporan kerusakan serius pada pesawat.

“Penurunan penumpang berjalan lancar. Tidak ada insiden lanjutan dan situasi tetap terkendali,” tambah Ikhsan.

Namun demikian, jadwal penerbangan lanjutan harus ditunda. Suku cadang untuk roda pesawat segera didatangkan dari Batam guna mempercepat proses perbaikan.

“Estimasi penerbangan selanjutnya pukul 16.30 WIB, jauh dari jadwal semula yang direncanakan pukul 09.00 WIB. Kami mohon maaf atas keterlambatan ini,” ujar Ikhsan.