Secara teknis, ia menuturkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam pelaksanaan imunisasi karena kegiatan ini telah menjadi rutinitas di layanan kesehatan. Namun, khusus pada Pekan Imunisasi Dunia, upaya tersebut lebih digencarkan.
“Untuk pelaksanaan, kami lakukan seperti hari biasa. Karena imunisasi ini rutin dilakukan, tapi pada Pekan Imunisasi Dunia, lebih kami gencarkan pelaksanaannya, khususnya kepada bayi,” tambahnya.
BACA JUGA: Penutupan Balangan Expo 2025 Meriah, Ketua DPRD Balangan Berikan Apresiasi
Jenis imunisasi yang diberikan selama PID ini berfokus pada PD3I atau Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi, seperti campak, rubella, hepatitis B, difteri, dan lain-lain.
Tidak hanya memberikan layanan imunisasi, Dinkes Balangan melalui fasilitas kesehatan, posyandu maupun tempat pelayanan kesehatan lain juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan penyakit menular.
“Imunisasi ini sangat penting bagi anak, karena dapat melindungi mereka dari berbagai penyakit menular yang berbahaya. Selain itu, cakupan imunisasi yang tinggi juga akan membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity,” jelas Hasmi.







