Ia juga mengungkapkan bahwa sepanjang 2024, pihaknya telah membuka pendaftaran peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan target sebanyak 70.000 orang. Namun, tidak semua data calon peserta berhasil divalidasi.
“Kami bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta BPJS Ketenagakerjaan untuk memverifikasi data. Masih ditemukan sejumlah data yang tidak valid sehingga target belum tercapai sepenuhnya,” ujarnya.
BACA JUGA: BPBD Balangan Gelar Pendampingan Teknis Destana untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Desa
Untuk itu, di tahun 2025 ini pendaftaran masih terus dibuka guna mengejar target kepesertaan dan memperluas cakupan perlindungan, termasuk bagi pekerja sektor informal.
Slametno juga menekankan bahwa proses klaim BPJS Ketenagakerjaan tidak dipungut biaya alias gratis. Ia meminta masyarakat agar tidak menggunakan jasa perantara atau calo yang bisa merugikan.







