BARIKIN, Kalimantanlive.com – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Banjarbaru dan Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Barabai bergerak cepat mengatasi gangguan jaringan listrik pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) jalur Barikin – Kayutangi dan Barikin – Marabahan, Barito Kuala, Kalsel yang terjadi pada Jumat, 4 April 2024.
Gangguan disebabkan oleh sambaran petir yang mengenai salah satu tower transmisi di tengah kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras dan petir. Sistem proteksi jaringan secara otomatis aktif untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap sistem kelistrikan.
BACA JUGA: PLN Sigap Bersihkan Jalur Transmisi Usai Lebaran, Antisipasi Cuaca Ekstrem di Kalteng
Menanggapi gangguan tersebut, tim pemeliharaan ULTG Barabai langsung melakukan inspeksi lapangan pada Sabtu, 5 April 2024. Kendati menghadapi tantangan berupa lokasi menara yang terendam banjir, tim tetap melaksanakan tugasnya dengan menggunakan perahu kecil (kelotok) dan melakukan pemeriksaan intensif terhadap 11 tower, dari nomor 195 hingga 205.

Setelah upaya pencarian yang intensif, tim menemukan indikasi adanya flashover (jejak sambaran petir) pada arching horn bagian bawah tower 205 jalur Kayutangi – Barikin, yang menjadi penyebab utama gangguan.
“Respons cepat sistem proteksi dalam mengisolasi gangguan di Menara 205 sangat krusial. Ini menunjukkan kesiapan PLN dalam menjaga stabilitas sistem, khususnya saat arus balik Lebaran,” ujar Akhmad Fauzan, Manager PLN UPT Banjarbaru.
“Kami memahami bahwa keandalan listrik adalah kebutuhan vital, apalagi di momen hari besar keagamaan. Meski medan sulit dan cuaca ekstrem, komitmen kami untuk menjaga pasokan tetap menyala tidak pernah surut,” tambah Hadi Asmana Yadi, Manager ULTG Barabai.







