Polisi Amankan Dua Pelaku Kasus Pengeroyokan di Banjarmasin Barat, Begini Motifnya!

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Polsek Banjarmasin Barat mengungkap kasus pengeroyokan yang menewaskan Akhmad Mulyadi (31) di kawasan Jalan Ir. PHM Noor, Gang Baru RT 42, Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat, beberapa waktu lalu.

Hal ini diungkapkan Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Pujie Firmansyah dalam Konfersi Pers di Mapolsek Banjarmasin, Jumat (18/4/24) pagi.

Sebelumnya Polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku, yang merupakan kakak beradik, Muhammad Ridho Saputra alias Edo (24) dan Muhammad Rizky Alhusaini alias Iki (26).

Yang dimana diketahui aksi tersebut bermula akibat persoalan keluarga, hingga berujung pada kemarahan.

BACA JUGA:
Polresta Banjarmasin Amankan 34 Sepeda Motor dan 19 Tersangka dalam Operasi Jaran

BACA JUGA:
Bawa 700 Butir Zenith di Jok Motor, Pria di Kotabaru Ditangkap Tepat di Depan Polsek

Kapolsek Banjarmasin Barat menjelaskan, insiden berdarah itu dipicu oleh tuduhan bahwa Edo telah mencuri uang milik ibu kandungnya sendiri sebesar Rp10 juta. Tuduhan tersebut memicu kemarahan Edo hingga berakhir pada aksi kekerasan.

“Motif dari pengeroyokan ini bermula dari tuduhan yang dilontarkan korban kepada Edo, bahwa dia mengambil uang ibunya. Memang sebelumnya kami menerima laporan kehilangan uang sebesar Rp10 juta dari ibu pelaku,” ujar Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Ipda Mazun Koso.

Kanit Reskrim menambahkan, berdasarkan keterangan ibu pelaku, uang tersebut disimpan di atas brankas dan raib begitu saja. Namun Edo bersikeras bahwa dirinya tidak mengambil uang tersebut.

Karena merasa dipermalukan dengan tuduhan korban dan mengancam akan melaporkannya ke polisi. Pelaku akhirnya terniat untuk menyerang korban.

“Pelaku Edo geram karena terus diejek pelaku mengambil uang itu. Dari situ timbul niat untuk menyerang korban, dan ia pun menghubungi saudaranya, Rizky alias Iki, untuk ikut membantunya,” tambahnya.

Perkelahian pun terjadi pada Rabu malam (9/4/2025). Edo lebih dulu memukul korban dengan tangan kosong. Kemudian Iki datang membawa senjata tajam dan langsung menikam korban. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.