TANJUNGPINANG, KALIMANTANLIVE.COM – Jagat maya digemparkan oleh video viral yang merekam detik-detik menegangkan saat ban pesawat Garuda Indonesia lepas saat mendarat di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Rabu pagi (16/4/2025). Momen dramatis ini diabadikan langsung oleh penumpang dan diunggah oleh akun Instagram @net2netnews.reborn.
Pesawat dengan nomor penerbangan GA-288 dan jenis Boeing 737-800 berregistrasi PK-GUD itu tengah mengangkut 161 penumpang dari Jakarta. Dalam video yang beredar, terdengar suara kepanikan dan jeritan penumpang saat roda depan pesawat terlihat terlepas sesaat setelah menyentuh landasan.
# Baca Juga :WADUH! Ban Depan Pesawat Garuda Copot Saat Mendarat di Tanjungpinang, Begini Kondisi 161 Penumpangnya
# Baca Juga :VIRAL! Mencak-mencak Lalu Cekik Pramugari di Pesawat, Anggota DPRD Sumut Tuai Kecaman Publik
# Baca Juga :DRAMA UDARA! Pilot Lupa Paspor, Pesawat United Airlines Balik ke AS, Terlambat 6 Jam!
# Baca Juga :Tragedi Mengerikan di Saldanha Airshow! Pesawat Tempur Impala Jatuh dan Meledak, Pilot Tewas di Tempat
Meski mengalami insiden berbahaya, pesawat berhasil melakukan pendaratan darurat dengan selamat. Seluruh penumpang dan kru dikonfirmasi tidak mengalami luka dan berhasil dievakuasi dengan aman ke terminal sekitar pukul 09.17 WIB, hanya beberapa menit setelah insiden terjadi pada pukul 08.35 WIB.
Direktur Operasi Garuda Indonesia, Tumpal M. Hutapea, memberikan penjelasan resmi bahwa pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin dan memenuhi semua standar operasional dan keselamatan penerbangan sebelum mengudara. “Ban yang digunakan telah melalui inspeksi menyeluruh. Kami bersyukur seluruh penumpang dan awak dalam kondisi selamat,” ujarnya.
Garuda Indonesia bersama otoritas penerbangan segera melakukan investigasi teknis pasca insiden. Hasil awal menyebutkan bahwa lepasnya ban tidak berdampak pada sistem pesawat lainnya. Komponen yang rusak langsung diganti dengan suku cadang baru sesuai standar kelayakan operasi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini dan terus memperkuat komitmen terhadap keselamatan penerbangan,” tambah Tumpal dalam keterangannya.







