KALIMANTANLIVE.COM – Ibadah haji tahun ini bukan sekadar perjalanan spiritual biasa. Tahun 2025 menandai musim panas terakhir pelaksanaan haji di bawah teriknya cuaca ekstrem Arab Saudi—dengan suhu yang bisa mencapai 50 derajat Celsius! Tantangan fisik yang luar biasa ini membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI langsung turun tangan, memberikan panduan khusus agar para jemaah tetap sehat dan kuat menjalankan ibadah.
# Baca Juga :163 Calon Jemaah Haji Banjarbaru Ikuti Bimbingan Manasik
# Baca Juga :BPJS Kesehatan di RSUD Datu Kandang Haji Jadi Sorotan DPRD Balangan
# Baca Juga :Bisnis Emas dan Haji Berkembang, BSI Region IX Kalimantan Catatkan Kinerja Positif di 2024
# Baca Juga :Pelunasan BIPIH Tahap Pertama, 349 Calon Jemaah Haji di Tabalong Sudah Melunasi
Dalam acara Bimbingan Teknis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (16/4/2025), Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo, mengungkap berbagai langkah pencegahan yang harus dipatuhi jemaah agar tidak tumbang oleh panas ekstrem.
Wajib Vaksin dan Jaga Daya Tahan Tubuh
Menurut Liliek, setiap jemaah akan mendapatkan vaksinasi meningitis dan polio sebelum keberangkatan, sebagai bentuk perlindungan dasar selama berada di Arab Saudi. “Ini sesuai dengan standar kesehatan internasional. Semua jemaah akan divaksinasi penuh,” jelasnya.
Tak hanya itu, jemaah juga diminta untuk menjaga kebugaran fisik, rutin berolahraga ringan, dan menjaga hidrasi tubuh dengan banyak minum air. Kemenkes juga menyarankan penggunaan pelindung panas, seperti topi, kacamata hitam, dan payung untuk menghindari risiko heatstroke.










