Lolos Dramatis ke Semifinal Liga Europa, Manchester United Dilarang Keras Ulangi Kesalahan Ini

KALIMANTANLIVE.COM – Manchester United menciptakan kisah epik di Old Trafford usai menyingkirkan Lyon dengan kemenangan menegangkan 5-4 dalam duel leg kedua perempat final Liga Europa 2024/2025, Kamis (17/4/2025). Namun, di balik euforia kemenangan, kapten Harry Maguire memberi peringatan keras: “Jangan pernah ulangi kesalahan ini jika ingin juara!”

Laga ini bukan hanya soal skor besar. Ini adalah pertandingan penuh drama, ketegangan, dan kejutan sampai detik terakhir. United tampil dominan di awal laga lewat gol cepat Manuel Ugarte dan Diogo Dalot. Namun, keunggulan itu runtuh setelah Lyon mencetak dua gol balasan di babak kedua melalui Corentin Tolisso dan Nicolas Tagliafico.

# Baca Juga :Laga Neraka Liga Europa! Manchester United Tantang Raksasa Spanyol, Tottenham Dihadang Pembunuh Mimpi Mees Hilgers!

# Baca Juga :Dibantai 4-1! Newcastle Hancurkan Manchester United, Langsung Meroket ke Peringkat 4 Premier League

# Baca Juga :Hat-trick Amad Diallo Gemparkan Old Trafford: Manchester United Lumat Southampton 3-1!

# Baca Juga :Joshua Zirkzee Dilepas! Manchester United Siap Restui Kepindahannya ke Juventus

Skor imbang 2-2 memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Saat itulah kekacauan dimulai.

Pertarungan Brutal 120 Menit: Tertinggal, Balikkan, Menang!

Performa Manchester United di extra time sempat memburuk. Mereka tertinggal 2-4 akibat gol Ryan Cherki dan penalti Alexandre Lacazette. Situasi nyaris menjadi bencana.

Namun, “The Red Devils” menunjukkan mental juara. Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo memaksa skor kembali imbang. Dan tepat di menit ke-121, Harry Maguire muncul sebagai pahlawan!

Lewat sundulan kerasnya, ia memastikan kemenangan dramatis 5-4 dan agregat 7-6 untuk tiket ke semifinal.
Maguire: Kemenangan Manis, Tapi Jangan Lengah Lagi!

Meski menjadi penentu kemenangan, Harry Maguire justru melempar kritik tajam kepada timnya sendiri.

“Kami tidak boleh berada dalam situasi seperti itu. Sangat berisiko. Jika ingin menjuarai Liga Europa, kami tidak boleh memberi lawan celah untuk bangkit,” tegasnya, dikutip dari Daily Star.

Ia menyebut pertandingan melawan Lyon seharusnya bisa dikunci lebih awal, bukannya membiarkan drama lima gol terjadi di masa perpanjangan waktu.

“Kami bermain terlalu gugup. Saat lawan mencetak satu gol, kami seperti kehilangan kendali. Ini pelajaran penting.”