MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara mengeluarkan data sementara banjir yang melanda beberapa Kecamatan di wilayahnya untuk hari ini (20/4/2025).
Kota Muara Teweh dan sekitarnya hingga beberapa desa-desa di Kecamatan Kabupatennya diinformasikan telah mengalami banjir hingga saat ini, dengan varian kedalaman yang berbeda-beda dari 2 meter hingga 50 cm.
Kecamatan Teweh Tengah atau yang masuk bagian kota Muara Teweh, yaitu Kelurahan Lanjas dan Melayu hingga Lemo I dan II tercatat ada 3.801 KK yang terdampak atau sebanyak 13.637 ribu jiwa.
Di dalam kota Muara Teweh beberapa jalan penting tidak dapat dilalui akibat genangan yang dalam. Beberapa titik seperti jalan A. Yani dan sekitaran SPBU jalan Pramuka juga terlihat mulai menunjukan potensi genangan banjir. Beberapa rumah warga di dalam kota, halamannya juga sudah mulai muncul genangan setumit.
Kepala BPBD Barito Utara melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistiknya, Rijali Hadi menjelaskan, pihaknya terus melakukan pantauan intensif dan terkoordinir dalam merespons banjir ini.
“Kami tiap sekitar jam 12 malam berpatroli menyusuri tempat-tempat lokasi banjir untuk memantau rumah-rumah warga,” katanya saat ditemui Kalimantan Live dan beberapa awak media lainnya, siang.
Kecamatan Lahei, menjadi wilayah yang juga mengalami banjir. Terdapat 13 desa yang terdampak dengan 3.756 KK atau sebanyak 9.801 jiwa.
Untuk Kecamatan Lahei Barat terdapat 11 desa dengan Kepala Keluarga (KK) terdampak sebanyak 2.675 atau sebanyak 7.626 jiwa.
Kecamatan Teweh Baru sebanyak 7 desa dengan jumlah 1.951 atau 7.250 jiwa. Teweh Selatan 4 Desa dengan jumlah KK sebanyak 1.138 atau 3.402 jiwa.
Kecamatan Montalat sebanyak 10 desa dengan 3.677 KK atau 11.638 jiwa. Sedangkan kecamatan Teweh Timur sebanyak 7 desa dengan KK terdampak sebanyak 957 atau 1684 jiwa.
Kecamatan Gunung Timang terdapat 4 desa dengan KK terdampak sebanyak 338 atau 980 jiwa.
Selain data terkait jiwa di atas, terdapat pula fasilitas publik seperti perkantoran pemerintah, fasilitas layanan kesehatan dan pendidikan yang terdampak banjir kali ini, tersebar di beberapa Kecamatan atau desa-desa di Barito Utara.
Menurut informasi, BPBD bersama instansi terkait lainnya besok (21/4/2025) akan mengadakan rapat terkait masalah bencana banjir ini.
Hingga berita ini diturunkan, hujan dengan intensitas sedang terus turun dari siang hingga malam hari, dan menurut info warga Muara Teweh yang masih bertahan dirumahnya (loteng), air malam ini mengalami sedikit kenaikan lagi meskipun tidak signifikan.
Kalimantan Live/M. Gazali Noor










