Zelensky kembali menegaskan kesiapan Ukraina untuk menerima gencatan selama 30 hari, namun memperingatkan bahwa jika serangan Rusia berlanjut, Ukraina akan memberikan respons yang sepadan. “Tentara Ukraina akan merespons secara simetris,” tegasnya.
Bagi sejumlah tentara di garis depan, gencatan senjata kali ini dianggap hanya formalitas belaka. Dmytro (24), anggota Brigade Mekanis Kholodnyi Yar ke-93, mengatakan, “Tidak terasa ada gencatan senjata.” Rekannya, Serhii (22), juga menyatakan bahwa pengumuman tersebut hanya terlihat positif di permukaan, tanpa dampak nyata di medan tempur.
Sementara Putin menegaskan bahwa gencatan ini menjadi ujian bagi kesiapan Ukraina menerima perdamaian, fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa kedua belah pihak masih jauh dari mencapai kesepakatan damai yang nyata.
Sumber: Fajar Harapan







