Gencatan Senjata Paskah Gagal, Harapan Perdamaian Rusia-Ukraina Kembali Surut

KALIMANTANLIVE.COM – Ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali meningkat setelah kedua negara saling menuduh melanggar gencatan senjata yang diumumkan untuk menghormati perayaan Paskah Ortodoks, Minggu 20 April 2025.

Gencatan senjata selama satu hari yang diumumkan Presiden Rusia Vladimir Putin bertujuan menghentikan sementara aktivitas militer hingga tengah malam waktu Moskwa.

Namun, tidak lama setelah dimulai, kedua belah pihak saling menyalahkan atas pelanggaran awal terhadap kesepakatan tersebut.

BACA JUGA: Geger di Kapuas! Pasutri Bandar Sabu Dibekuk, Ratusan Paket Disembunyikan di Dompet dan Tas Tangan

Pihak Kremlin menegaskan bahwa tidak ada perintah dari Putin untuk memperpanjang masa gencatan. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan, “Tidak ada perintah lebih lanjut,” saat ditanya mengenai kemungkinan kelanjutan gencatan senjata, seperti dikutip oleh Reuters.

Sementara itu, Ukraina menilai pelanggaran yang terjadi menunjukkan kurangnya komitmen Rusia terhadap proses perdamaian.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menyebut bahwa sikap Rusia dalam beberapa hari mendatang akan menjadi penentu keseriusan Moskwa dalam merespons inisiatif perdamaian yang diusulkan Amerika Serikat, termasuk wacana gencatan senjata selama 30 hari.