Warga Ciwidey Gelisah: Rumah dan Usaha Terancam oleh Rencana Reaktivasi Jalur Kereta

JAKARTA, Kalimantanlive.com – Rencana reaktivasi jalur Kereta Api Bandung–Ciwidey yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menuai kekhawatiran dari warga yang telah puluhan tahun bermukim di atas bekas rel kereta.

Meskipun proyek ini dinilai strategis untuk mengurangi kemacetan dan menghidupkan kembali moda transportasi publik, sebagian warga mengaku cemas akan dampaknya terhadap kehidupan mereka.

Sejak jalur KA tersebut tak lagi aktif, kawasan yang dulunya dilintasi rel kini telah berubah menjadi permukiman padat. Ribuan rumah, baik permanen maupun semi-permanen, berdiri kokoh di sepanjang lintasan, dari Kota Bandung hingga Kabupaten Bandung.

BACA JUGA: Geger di Kapuas! Pasutri Bandar Sabu Dibekuk, Ratusan Paket Disembunyikan di Dompet dan Tas Tangan

Di Kampung Ciluncat, Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, misalnya, jejak rel lama telah berubah menjadi fondasi rumah dan jalan lingkungan. Warga bahkan menyemen rel untuk dijadikan jalur alternatif yang kini menjadi bagian penting dalam mobilitas mereka.

Hal serupa terjadi di Kampung Cibeureum Jati, Desa Sadu, Kecamatan Soreang. Jembatan bekas rel kini menjadi penghubung vital antar-kampung, mempermudah akses warga tanpa harus menempuh jalur arteri yang padat.