Namun, di balik manfaat reaktivasi jalur KA untuk masyarakat luas, tersimpan keresahan dari warga yang terancam kehilangan tempat tinggal. Salah satunya adalah Iim (36), seorang pengusaha kecil yang telah tinggal di atas rel selama lebih dari 15 tahun.
“Kalau jalur kereta diaktifkan lagi, rumah dan usaha saya pasti akan kena gusur.
Saya paham ini proyek pemerintah, tapi kami juga butuh kepastian soal masa depan kami,” ujar Iim. Ia bahkan mengungkapkan kegelisahan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. “Anak saya sampai bertanya, nanti kita tinggal di mana?”
BACA JUGA: REKOR BARU! Harga Emas Antam Tembus Rp 1,98 Juta per Gram, Termahal Sepanjang Sejarah!
Iim berharap, jika proyek ini benar-benar direalisasikan, pemerintah juga memikirkan solusi relokasi atau ganti rugi yang layak bagi warga terdampak.
“Jangan sampai kami jadi korban dari pembangunan yang tidak berpihak pada masyarakat kecil,” tambahnya.
Reaktivasi jalur Bandung–Ciwidey merupakan bagian dari proyek besar yang melibatkan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah pusat, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).









