JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Siapa sangka, kepergian Marc Marquez dari tim Honda ternyata bukan semata keputusan pribadi. Pabrikan Jepang itu justru ikut mendorong Marquez untuk mengambil langkah berani dalam kariernya: meninggalkan zona nyaman dan bergabung dengan Ducati!
Kini, keputusan itu terbukti jitu. Marquez bukan hanya kembali ke jalur kemenangan, tapi berkuasa di klasemen sementara MotoGP 2025, memimpin dengan dominasi luar biasa usai menangi 7 dari 8 seri awal musim.
# Baca Juga :Hasil MotoGP Qatar 2025: Marc Marquez Juara, Vinales Penalti, Bagnaia Podium Dua
# Baca Juga :Klasemen MotoGP 2025 Usai Seri Qatar: Marc Marquez Kokoh di Puncak, Alex Tempel Ketat
# Baca Juga :Hasil MotoGP Amerika 2025, Bagnaia Juara, Marc Marquez Gagal Hattrick
# Baca Juga :Marc Marquez Pamer Kecepatan! Dominasi di Practice MotoGP Americas 2025, Bagnaia Melempem
Kalau Tidak Pindah, Saya Sudah Gantung Helm!
Dalam wawancaranya bersama Crash, Marquez mengaku bahwa ia sudah tidak lagi menikmati balapan saat masih bersama Honda. Terjebak dalam tekanan, stagnasi, dan harapan yang tak kunjung terwujud, ia nyaris pensiun dini.
“Saya ingin tetap di Honda, tapi saya sudah tidak menikmati balapan. Kalau tidak ada perubahan, mungkin saya sudah berhenti,” tegasnya blak-blakan.
Keputusan pindah ke Ducati via Gresini Racing pada 2024 memang berat. Bukan karena uang—yang justru ditinggalkannya di Honda—tapi karena ikatan emosional yang kuat dengan tim dan para kru yang telah bersamanya sejak awal karier.
“Yang paling sulit bukan soal kontrak besar. Tapi kesetiaan pada orang-orang yang membentuk karier saya,” kata Marquez.
Honda dan Red Bull Justru Mendukung Marquez Pindah!
Tak disangka, saat berdiskusi soal masa depannya, Honda, Red Bull, dan Repsol justru menyarankan Marquez untuk keluar dan mencari peluang yang lebih menjanjikan.
“80 persen dari mereka bilang, ‘Ini hidupmu, kariermu. Kamu harus ambil langkah. Teman sejati akan tetap jadi teman,’” ungkap Marquez.







