BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Dalam rangka memperingati Hari Kartini sekaligus sebagai wujud komitmen dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di sektor ketenagalistrikan, Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan menyelenggarakan kegiatan Srikandi PLN Goes to Campus – Women Empowerment Talkshow di Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru.
Kegiatan ini disambut hangat oleh para mahasiswi serta Dekan Fakultas Teknik ULM, Prof Dr Ir Iphan Fitrian Radam, yang turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif PLN dalam menggaungkan kesetaraan peran perempuan di sektor ketenagalistrikan.
BACA JUGA: Srikandi PLN UP2B Kalselteng Peringati Hari Bumi dengan Aksi Peduli Lingkungan di Banjarbaru
“Kami sangat senang karena mahasiswi-mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana peran perempuan di dunia ketenagalistrikan. Ini tentu akan menambah wawasan dan semangat mereka untuk tidak ragu memilih jalan di bidang teknik,” ujar Prof Iphan.
Prof. Iphan menutup sambutannya dengan harapan agar kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan di masa mendatang dan menjadi bagian dari transformasi pendidikan dan pemberdayaan perempuan Indonesia.

Sementara itu, Puji Astuti, selaku Wakil Champion Srikandi PLN UIP3B Kalimantan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perkenalan, melainkan ruang inspiratif untuk membangun koneksi antara kampus dan dunia kerja. Ia juga memperkenalkan Srikandi PLN sebagai komunitas yang menjadi wadah pemberdayaan dan penguatan peran perempuan di lingkungan PLN.
“Kami hadir sebagai bukti bahwa perempuan tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga memimpin dan mengambil peran strategis di sektor yang selama ini dikenal cukup maskulin, sektor ketenagalistrikan,” ujarnya.
Puji juga menjelaskan bahwa saat ini perempuan di PLN telah banyak berkiprah di lini utama, seperti perencanaan sistem kelistrikan, pembangunan jaringan, pengelolaan pembangkit, operasional, hingga transformasi digital. Bahkan, tidak sedikit perempuan yang telah dipercaya memegang posisi manajerial hingga tingkat direksi.







