BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Farid Fakhmansyah, melalui Kepala Sub Bidang Kesiapsiagaan Ariansyah, menekankan pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap potensi bencana yang ada.
Seperti diketahu, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dikenal sebagai wilayah dengan kondisi geografis yang dipenuhi aliran sungai serta curah hujan tahunan yang tinggi.
BACA JUGA: BPBD Kalsel Apresiasi Respons Cepat BNPB dalam Mitigasi Bencana
BACA JUGA: BPBD Kalsel Lakukan Pendampingan untuk Penanggulangan Bencana Banjir
Faktor-faktor ini membuat sejumlah daerah di provinsi tersebut rentan terhadap bencana hidrometeorologi.
Ia mengatakan bahwa kesadaran akan ancaman bencana harus menjadi bagian dari keseharian masyarakat, mengingat jenis bencana hidrometeorologi bisa terjadi kapan saja, tidak hanya saat musim hujan.
“Banjir, angin puting beliung, dan cuaca ekstrem memang biasa terjadi saat musim hujan. Namun saat musim kemarau, kita dihadapkan dengan risiko kekeringan dan kebakaran lahan,” ujar Ariansyah, Rabu (23/4/25).
Menurutnya, ancaman bencana di Kalsel bersifat tahunan dan perlu diwaspadai bersama.
Untuk itu, BPBD Kalsel terus menjalankan berbagai program edukatif dan mitigatif, seperti Satuan Pendidikan Aman Bencana, Desa Tangguh Bencana, serta Keluarga Tangguh Bencana.
Ketiga program ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan menghadapi bencana.
“Program-program ini bukan hanya sekadar slogan. Kami ingin masyarakat memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi,” tegasnya.







