“Bahkan ada beberapa SKPD yang serapannya sudah melebihi 100 persen, tapi kami juga mendata ada enam SKPD yang masih di bawah target,” jelas Ikhsan.
Menurutnya, rendahnya serapan anggaran di beberapa dinas disebabkan oleh sejumlah faktor.
“Kendalanya bukan semata-mata lambat bekerja, tapi ada faktor teknis seperti keterlambatan dokumen, penyesuaian dengan kebijakan pusat, hingga proses harmonisasi program dengan kementerian,” tuturnya.
Ikhsan juga menyoroti pentingnya menjadikan SKPD berprestasi sebagai rujukan bagi dinas lainnya.
“Kami akan minta mereka memaparkan strategi dan pendekatannya, agar bisa jadi referensi untuk SKPD yang masih tertinggal,” tutupnya.
(Kalimantanlive.com/Lina)







