Geger di Lombok Barat! 22 Santriwati Jadi Korban Pelecehan Pimpinan Ponpes, Mirip Adegan Film ‘Bidaah’!

MATARAM, KALIMANTANLIVE.COM – Skandal pelecehan seksual yang mengguncang sebuah pondok pesantren (ponpes) di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, mencuri perhatian publik. Sebanyak 22 santriwati menjadi korban kekejaman yang dilakukan oleh oknum ponpes, memicu geger di kalangan masyarakat.

# Baca Juga :Pernikahan Anak Masih Tinggi, DPPPA Kalsel: Jangan Paksakan Anak Korban Perkosaan Dinikahi Pemerkosanya

# Baca Juga :Dapat Bocoran Motif Kasus Brigadir J, Mahfud: Ada Spekulasi Perselingkuhan Empat Segi dan Perkosaan

# Baca Juga :Ibu di Tanah Bumbu Bongkar Kasus Perkosaan Menimpa Putrinya hingga Hamil, Remaja Ini Ditangkap Polisi

# Baca Juga :Gadis 16 Tahun Keguguran Mengungkap Aksi Bejat Ayah Tiri pada Puterinya, Diperkosaan 7 Kali Hingga Hamil

Kasus ini mengingatkan pada alur cerita kontroversial dalam film “Bidaah” asal Malaysia, di mana tokoh agama bernama Walid terlibat dalam pelecehan terhadap santriwatinya. Setelah berani melapor, para korban mengungkapkan kejadian yang mereka alami mirip dengan kisah dalam film tersebut, membuat kasus ini semakin mencuat ke permukaan.

Kasus Dalam Penanganan Hukum

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. “Kami berharap situasi tetap kondusif karena kasus ini sudah dalam penanganan aparat penegak hukum,” tegasnya dalam pernyataan resmi di Mataram, Rabu (23/4/2025).

Santriwati Segera Dipindahkan

Pemerintah setempat segera mengambil langkah cepat dengan merencanakan pemindahan seluruh santriwati ke pondok pesantren lain yang lebih aman. LAZ memastikan bahwa hak pendidikan para santri akan tetap terjaga, meskipun mereka dipindahkan. “Mereka tidak boleh putus sekolah. Pemerintah daerah akan memastikan para santri tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak,” ujarnya.