“Mudah-mudahan kita semua bisa melanjutkan ajaran para guru dan berkumpul bersama mereka di surga kelak,” ucapnya penuh harap.
KH. Sa’aduddin Salman dalam manaqib menyampaikan kisah kenangannya menghadiri haul ini sejak 1985 bersama Guru Sekumpul.
Ia menyebut Datu Amin sebagai sosok ulama besar yang hidup sejaman dengan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, yang keteladanannya patut diwarisi.
Setelah acara, Hasnuryadi turut menikmati hidangan bersama para ulama, lalu melanjutkan ziarah ke makam Datu Amin.
Ulama kelahiran tahun 1840-an ini dikenal sebagai tokoh besar dari Benua Anyar dan masih menjadi inspirasi spiritual masyarakat Banua hingga kini.
Sumber: Adpim







