Ia menyebutkan, di Tanah Bumbu sekitar 158 ribu orang setiap tahunnya wajib mendapatkan diseminasi kebencanaan.
“Satuan pendidikan menjadi sasaran utama agar pelajar memahami tindakan penyelamatan diri saat terjadi bencana,” jelasnya.
Sementara itu, Pembina Ponpes Al-Asmaul Husna, K.H. Abdul Haris menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BPBD untuk menyelenggarakan kegiatan ini di lingkungan pesantrennya.
“Pengetahuan tentang kebencanaan sangat penting bagi para murid. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar, dan Tanah Bumbu selalu dilindungi dari segala jenis bencana,” ujar KH Abdul Haris.
Pada kegiatan kali ini, peserta dibekali materi mengenai siklus manajemen bencana dan jenis-jenis bencana oleh Basarnas.
Sumber: MC Tanbu







