KALIMANTANLIVE.COM – Harga emas dunia kembali menguat pada akhir perdagangan Senin (28/4/2025) waktu Amerika Serikat, atau Selasa (29/4/2025) pagi WIB. Lonjakan ini terjadi di tengah kecemasan global akibat ketidakpastian perkembangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta penantian rilis data ekonomi penting dari Negeri Paman Sam.
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot tercatat naik 0,5 persen ke level 3.335,30 dolar AS per ons. Sebelumnya, logam mulia ini sempat merosot 1,8 persen pada awal sesi perdagangan. Sementara itu, harga emas berjangka di Comex New York Exchange ditutup melonjak 1,5 persen ke posisi 3.347,7 dolar AS per ons.
# Baca Juga :REKOR BARU! Harga Emas Antam Tembus Rp 1,98 Juta per Gram, Termahal Sepanjang Sejarah!
# Baca Juga :Harga Emas Antam Turun Drastis Rp 38 Ribu, Kini Rp 1,78 Juta per Gram
# Baca Juga :Harga Emas Antam Tembus Rp 1,97 Juta per Gram! Naik Drastis dan Cetak Rekor Sepanjang Masa
# Baca Juga :Rekor Baru Lagi, Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 23.000 per Gram
Kenaikan harga ini didorong oleh aksi beli investor yang memanfaatkan pelemahan emas dalam beberapa hari terakhir. Dengan harga yang dianggap “diskon”, emas kembali menjadi incaran sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Ketegangan Perang Dagang AS-China Membayangi
Sentimen pasar masih didominasi oleh perkembangan perang tarif antara AS dan China. Presiden AS, Donald Trump, mengklaim adanya kemajuan dalam pembicaraan perdagangan. Namun, pihak Beijing justru membantah adanya negosiasi yang sedang berjalan.
Pernyataan Trump pun kurang mendapat dukungan dari pejabat lainnya, termasuk Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang tidak mengonfirmasi klaim tersebut. Kondisi ini memperburuk kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang dagang, yang berpotensi mendorong ekonomi global ke jurang resesi.
Menurut Fawad Razaqzada, analis pasar dari City Index dan Forex.com, ketidakpastian ini menjadi pendorong kuat harga emas untuk terus naik.
“Sampai ada pola yang jelas dan perjanjian perdagangan yang kokoh antara AS dan China, peluang emas mencetak rekor harga baru tetap terbuka lebar,” ujar Razaqzada.









