KALIMANTANLIVE.COM – Dunia internasional diguncang! Rusia berhasil membekuk Ignat Kuzin, agen Ukraina yang bertanggung jawab atas pembunuhan Letnan Jenderal Yaroslav Moskalik, Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, dalam serangan bom mobil mematikan di Balashikha, pinggiran Moskow, pada 25 April 2025.
Dalam rekaman dramatis yang dirilis oleh Badan Keamanan Federal Rusia (FSB), Kuzin mengaku secara gamblang bahwa ia menjalankan misi berdarah itu atas perintah Dinas Keamanan Ukraina (SBU). Pria asal Oblast Sumy ini ditangkap lebih dulu di Turki, sebelum akhirnya diekstradisi ke Moskow untuk menghadapi interogasi intensif.
# Baca Juga :TERNYATA Rudal Rusia yang Serang Kyiv, Buatan Korea Utara, Komponennya dari Perusahaan AS
# Baca Juga :Gencatan Senjata Paskah Gagal, Harapan Perdamaian Rusia-Ukraina Kembali Surut
# Baca Juga :Bikin Merinding! Astronot Rusia Akui Mekkah dan Madinah Jadi Kota Paling Bercahaya di Bumi
# Baca Juga :Timnas Indonesia vs Bahrain di SUGBK: Laga Krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026
Kuzin membeberkan bahwa pada April 2023 ia direkrut oleh SBU dengan janji bayaran sebesar 18.000 dolar Amerika. Ia menyewa apartemen di dekat kediaman Moskalik di Nesterov Boulevard, Balashikha, dan selama sebulan mengawasi pergerakan sang jenderal.
Puncaknya, pada pagi hari tanggal 25 April, Kuzin meletakkan peledak granat VOG-17 yang telah dimodifikasi dalam sebuah mobil Volkswagen Golf bekas. Ia memarkir kendaraan itu di dekat rumah Moskalik, dan ketika target melintas, ia meledakkannya dari jarak jauh. Ledakan dahsyat tersebut menewaskan Moskalik di tempat dan melukai dua orang lainnya.
Menurut FSB, bom tersebut berasal dari gudang senjata milik SBU dan diaktifkan dari jarak jauh menggunakan sinyal dari wilayah Ukraina. Dalam video yang dipublikasikan, terlihat momen dramatis ketika Kuzin ditangkap oleh pasukan bersenjata lengkap di ibu kota Rusia.
Tragedi ini menjadi serangan kedua terhadap pejabat tinggi militer Rusia dalam empat bulan terakhir. Sebelumnya, pada Desember 2024, Letnan Jenderal Igor Kirillov, Kepala Pasukan Perlindungan Radiasi, Biologi, dan Kimia Rusia, juga tewas dalam serangan bom tersembunyi dalam skuter listrik.







