Anggaran Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit Minim, Jadi Sorotan Anggota DPRD Kalteng

PALANGKARAYA, Kalimantanlive.com – Kerusakan Jalan Lingkar Selatan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur atau Jalan Mohammad Hatta hingga, saat ini belum dilakukan perbaikan secara permanen.

Jalan lingkar selatan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, selama digunakan untuk angkutan barang dengan tonase besar seperti truk petikemas maupun pengangkutan crude palm oil atau CPO.

Namun, sayangnya Jalan Mohammad Hatta yang sangat vital untuk angkutan barang tersebut, belum secara permanen dilakukan perbaikan, karena hanya dilakukan penimbunan belaka.

Kontan saja, saat musim hujan seperti sekarang, jalan yang selayaknya dilakukan dengan pola rigid pavement ini sudah bermunculan lubang.

Bahkan, saat musim hujan sering tergenang air sedangkan saat musim kemarau jalan tersebut menjadi berdebu, karena belum dilakukan pengaspalan.

Kondisi tersebut sering dikeluhkan pengguna jalan, karena sudah beberapa tahun ini belum juga dilakukan perbaikan secara permanen.

“Saya, ingin saja lewat jalan ini, tetapi jika kondisinya masih rusak akibat berlubang dan jalan berdebu saat musim kemarau bisa merusak mesin truk,” ujar Budiman, salah seorang sopir truk, Rabu (30/4/2025).

Sementara itu, Angggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik berkomentar terkait kerusakan jalan tersebut. Dia menyoroti kondisi Jalan Lingkar Selatan Sampit, Kotawaringin Timur, Kalteng dalam kondisi rusak parah.

Jalan yang menghubungkan dari arah Sampit ke Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan ini, tak kunjung mendapat penanganan serius dari pemerintah provinsi.

Sutik yang merupakan Anggota DPRD Kalteng Dapil Kotim ini menegaskan, alokasi anggaran disiapkan belum sebanding dengan kebutuhan perbaikan di lapangan.

Baca Juga :Wujudkan Swasembada Pangan, Ketua DPRD Kalteng Ajak Masyarakat Dukung Program Ketahanan Pangan

Baca Juga :Ruas Jalan Penghubung Sampit – Kuala Pembuang Rusak Jadi Perhatian Anggota DPRD Kalteng

“ Kebutuhan anggaran Rp 30 miliar, namun ayng disediakan cuma Rp 3 miliar. Sangat tidak memadai untuk perbaikan secara menyeluruh,” ujarnya.

Diungkapkan dia, kondisi jalan rusak tersebut selain, menghambat aktivitas masyarakat juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.