Pelatih SD Banting Anak Usai Selebrasi Gol, Tulang Ekor Retak, Lapangan Jadi Saksi Kekerasan Biadab!

KALIMANTANLIVE.COM – Suasana semangat di lapangan hijau mendadak berubah mencekam! Sebuah pertandingan semi-final antarsekolah dasar antara MI Al Hidayah dan SD Simolawang berubah jadi tragedi setelah seorang pelatih secara brutal membanting pemain lawan yang masih anak-anak.

Anak itu baru saja mencetak gol dan merayakannya dengan penuh kegembiraan. Namun, selebrasi tersebut malah memicu amarah pelatih SD Simolawang. Bukannya memberi semangat atau mencontohkan sportivitas, pelatih justru naik pitam dan menyerang pemain kecil tersebut di tengah lapangan!

# Baca Juga :Pemko dan DWP Banjarmasin Bersinergi Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak: Fokus pada Edukasi dan Pelaporan Aman

# Baca Juga :Eks Artis Sirkus OCI Bongkar Dugaan Kekerasan Brutal: Mengaku Disetrum, Dirantai, hingga Dipaksa Tampil Meski Hamil!

# Baca Juga :Temuan Jasad Pria Didepan Toko Buah di Jalan MT Haryono Banjarmasin, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

# Baca Juga :Dugaan Kekerasan SDIT di Banjarmasin, Polisi Periksa 7 Saksi dan Guru Tidak Hadir Tanpa Alasan

Tanpa ampun, pelatih tersebut membanting tubuh mungil sang anak ke tanah. Jeritan langsung pecah dari para penonton dan pemain lain. Korban langsung terbaring kesakitan—belakangan diketahui mengalami retak tulang ekor akibat kekerasan yang tak masuk akal itu!

Ofisial dan rekan-rekan korban langsung memberikan pertolongan darurat, sebelum akhirnya sang anak dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif. Ia tidak bisa melanjutkan pertandingan, bahkan harus menjalani perawatan lebih lanjut.

Aksi tak berperikemanusiaan ini menyulut kemarahan publik. Media sosial dipenuhi kecaman terhadap pelatih yang dianggap telah melampaui batas sebagai seorang pendidik.

“Ini bukan sekadar pelanggaran, ini kriminal murni! Seorang pelatih membanting anak di depan umum? Hukum harus ditegakkan!” tulis seorang warganet dengan nada geram.

Aktivis dan pemerhati pendidikan pun angkat suara. Mereka mendesak agar pelaku segera diproses hukum dan dijatuhi sanksi berat agar menjadi efek jera.