Hingga kini, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun tekanan publik terus meningkat. Masyarakat menuntut keadilan dan perlindungan maksimal terhadap anak-anak yang seharusnya tumbuh dalam lingkungan olahraga yang aman dan mendidik—bukan penuh kekerasan.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit: di balik gemuruh sorak pertandingan, masih ada bahaya jika emosi orang dewasa tak dikendalikan. Semoga kasus ini jadi yang terakhir, dan anak-anak kita tak lagi jadi korban ambisi dan arogansi orang dewasa!(kalimantanlive.com/highlightimnas/berbagai sumber)
editor: TRI







