Pelatih SD Banting Anak Usai Selebrasi Gol, Tulang Ekor Retak, Lapangan Jadi Saksi Kekerasan Biadab!

Hingga kini, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun tekanan publik terus meningkat. Masyarakat menuntut keadilan dan perlindungan maksimal terhadap anak-anak yang seharusnya tumbuh dalam lingkungan olahraga yang aman dan mendidik—bukan penuh kekerasan.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit: di balik gemuruh sorak pertandingan, masih ada bahaya jika emosi orang dewasa tak dikendalikan. Semoga kasus ini jadi yang terakhir, dan anak-anak kita tak lagi jadi korban ambisi dan arogansi orang dewasa!(kalimantanlive.com/highlightimnas/berbagai sumber)

editor: TRI