Viral! Anak Kades di Bogor Aniaya Warga Gegara Kritik di Medsos, Polisi Turun Tangan!

BOGOR, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah video viral yang memperlihatkan anak kepala desa (kades) menganiaya warga karena tidak terima dikritik di media sosial (medsos) menjadi sorotan publik. Polisi kini turun tangan untuk mengusut tuntas kasus tersebut, yang menghebohkan masyarakat.

Kapolsek Klapanunggal, AKP Silfi Adi Putri, mengungkapkan bahwa korban sempat datang ke Polsek Klapanunggal pada Selasa malam (29/4/2025) untuk berkonsultasi terkait kejadian tersebut. Namun, korban masih memilih untuk berkomunikasi dengan keluarganya terlebih dahulu sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.

# Baca Juga :VIRAL! Peserta UTBK di Unmul Tempelkan HP di Dada Demi Curang, Ini Fakta Sebenarnya

# Baca Juga :Viral Foto Prajurit Kopassus dengan Hercules! Danjen Minta Maaf dan Janji Lakukan Evaluasi Internal

# Baca Juga :Parodi Gubernur Kalteng hingga Viral! Saif Hola Minta Maaf, Netizen Curiga Ada Tekanan

# Baca Juga :Viral di Palu! Istri Sah Nekat Bergelantungan di Mobil Suami demi Bongkar Perselingkuhan

“Semalam korban datang ke polsek, sama teman-temannya untuk konsultasi. Katanya dia mau bicara dulu sama keluarganya. Kami tidak bisa memaksa,” ujar AKP Silfi saat dimintai konfirmasi, Rabu (30/4/2025).

Anak Kades Terlibat Cekcok dan Penganiayaan

Dalam video yang viral, terlihat dua pria terlibat cekcok mulut di dalam sebuah ruangan. Satu pria yang mengenakan topi hitam, yang diduga sebagai anak kepala desa, terlihat mencoba memukul pria yang mengenakan celana putih, yang merupakan warga desa setempat.

Meski tidak membalas pukulan, pria bercelana putih tampak berusaha mendorong anak kades tersebut agar menjauh. Namun, anak kades tersebut tampaknya tidak terima dan kembali menampar pria tersebut. Video ini mencatatkan suara orang lain yang mencoba menghentikan aksi kekerasan itu.

“Lu nggak usah mukul,” kata pria bercelana putih dalam video tersebut.

“Gua mah ngeritik,” lanjut pria yang diduga anak kades, dengan nada penuh emosi.

Polisi Buru Anak Kades

Kapolsek Klapanunggal juga mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah mendatangi rumah korban untuk menindaklanjuti aduannya. Namun, saat tim datang, korban tidak ditemukan di rumahnya.

“Kami sudah coba mendatangi rumah korban, tapi orangnya nggak ada. Tadi malam bilang mau komunikasi dulu sama keluarganya, tapi sampai pagi belum datang,” ungkap AKP Silfi.