PALANGKARAYA, Kalimantanlive.com – Keluhan warga yang bermukiam di kawasan bantaran Sungai Mentaya Sampit, Kabupaten Koatwaringin Timur jadi perhatian anggota DPRD Kalteng.
Ini, karena selama ini warga yang bermukim di bantaran sungai yang ada di Kalteng mengeluhkan rumah mereka sering terendam air saat musim hujan dan air sungai meluap.
Beberapa warga yang bermukim tak jauh dari Sungai Mentaya mengaku jika dulu rumahnya tidak pernah terendam air saat air pasang dan musim penghujan tiba.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir rumah warga bantaran sungai sering terendam banjir diduga akibat terjadi pendangkalan sedimen sungai.
“Dulu memang tidak pernah banjir, tetapi dalam beberapa tahun belakangan selalu banjir, air sungai meluap lewat parit hingga masuk ke dalam rumah,” ujar Zainun warga Jalan Iskandar XV Sampit.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kalteng, Agie meminta Pemprov Kalteng melakukan pengerukan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang mengalami pendangkalan di wilayah Kalteng.
Pasalnya, menurut Agie banjir yang sering terjadi di sejumlah daerah di Kalteng tidak hanya disebabkan curah hujan yang tinggi namun salah satu penyebabnya yakni adanya sungai yang mengalami pendangkalan.
“Akibat dari adanya pendangkalan ini, sungai tidak lagi mampu menampung debit air ketika curah hujan tinggi,” ujarnya, Rabu (30/4/2025).
Sehingga, lanjut dia, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan upaya pengerukan alur sungai agar banjir dapat diatasi.
Agie mengatakan, banjir yang sering terjadi di wilayah Kalteng sangat merugikan bagi masyarakat, terlebih kejadian bencana ini hampir setiap tahun ketika masuk musim penghujan.
Baca Juga :Kerusakan Jalan Menuju Pelabuhan Segintung Kabupaten Seruyan Jadi Sorotan DPRD Kalteng
Baca Juga :Anggaran Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit Minim, Jadi Sorotan Anggota DPRD Kalteng
Oleh karena itu, diperlukan upaya dari pemerintah untuk memperhatikan hal itu agar bencana banjir tidak lagi sering terulang dan masyarakat pun tidak selalu dirugikan akibat bencana tersebut.
Selain pendangkalan sungai, banjir juga karena diakibatkan berkurangnya daerah resapan air. Banyak hutan-hutan gundul yang disebabkan adanya eksploitasi sumber daya alam (SDA) dan kurangnya perhatian terhadap reboisasi hutan yang mengalami kerusakan.










